Dari dulu.. dari sd sampe sma. Kata "main sama temen-temen" itu ngga ada dalam kamus otak gue. Yang ada cuma belajar belajar dan belajar. Dan sekarang pas udah kuliah.. gue bosen dengan belajar. Gue cuma pingin "main". Ya.. buat pelajaran aja kedepannya.. kalo kamu punya anak nanti yu.. :)
Aku tak tenang..
Sama sekali tidak.. Kusutt.. kacau yang kurasakan pagi ini.. lelah.. muak.. benci aki dengan semuanya.. aku hanya ingin diam.. berhenti dan menepi.. mencari arah yang masih jelas tersisa sebelum aku melanjutkan semuanya
Jika memang tidak kenapa tak kamu katakan saja..
Kamu hanya membuang buang waktu ku dan waktu mu sendiri. Jika memang hal itu tak ada ya katakan saja. Jika memang kamu benar2 tak mencintai aku lalu kenapa kamu biarkan aku berharap padamu ? Mengapa tak kamu putuskan saja semuanya.. mengapa kamu membuat semuanya menjadi tidak jelas dan mengambang, mengapa kamu melakukan hal itu? Kamu tahu? Sikapmu membuatku sakit dan menderita. Entah..mungkin kau juga menderita.. entah.. aku tak tahu perasaanmu karena kau tak pernah mau menunjukkan hal itu sejujur jujurnya padaku. Yang aku butuhkan hanyalah pengakuanmu. Itu saja.. cukup itu..
Bila dengan mengatakannya bisa membuatmu lega knp tidak? Kamu hanya terus memendamnya sendiri. Padahal kamu pun tahu apa yg aku rasa. Kamu.. bodoh!
Anak pertama: galak tapi sayang. Tapi gue disini ga bisa galak galak. :'(
Cuma pengen tau ajah, ga bener2 pengen tau dan ga mau peduli. Masih sering kyk gituh.
Aku hanya tak terbiasa mengungkapkan dan mengekspresikan apa yang aku rasa. Aku jalani semuanya sendiri. Betapa kuat dan mandirinya aku bukan? Kekecewaanku dan ketidakpercayaanku akan adanya seorang "teman" membuatku menarik diri dari mereka semua. karena yang ku tahu.. semua teman hanya akan menyakitkan. Aku benci semuanya. Sungguh aku benci. Namun saat ini.. aku merasa begitu takut sendiri dan juga sepi. -aku